Godaan Syaiton

1922 Kata

Yovan mendengus sebal oleh lirikan lagu dari radio yang sengaja diputar oleh ibu kantin. Lagu yang sangat menggambarkan suasana hatinya saat ini. Tidak bisa berbuat apa-apa, Yovan terpaksa harus menikmatinya sembari menghabiskan nasi goreng seafood di atas piring yang terasa hambar di lidah. Berharap lagu kedua akan lebih ceria, sialnya malah lebih melow ketimbang yang tadi. Jika bukan karena paksaan sang mama Yovan tidak akan berada di sini. Tepat 10 hari kekasihnya belum juga siuman. Meleset dari perkiraan dokter yang mengoperasi Kirana kemarin. Sudah pula berbagai macam cara Yovan lakukan demi membangunkan pacarnya. Bahkan, dia sengaja mengundang temannya seorang dokter spesialis dari Amerika untuk memeriksa keadaan Kirana. Tetap saja belum ada pentanda gadis itu akan terbangu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN