"Apa yang Dokter katakan ini sudah dipikir dengan kepala jernih?" Clara menyunggingkan senyum pamungkas,"Tentu, karena itu Kamu Yovan, saya yakin ini adalah pilihan yang terbaik bagi Saya dan Kamu." Yovan tersenyum kecut Clara memersuasi dirinya atas permintaan yang tergolong angkuh. Dokter muda, cantik bahkan dokter wanita satu-satunya paling ahli dalam dunia medis pembedahan. Tak disangka dia cukup pandai beretorika. Ingin rasanya Yovan memuntahkan isi perutnya di depan wajah wanita itu. Menghela nafas panjang, dengan tatapan dingin Yovan berusaha untuk sedikit bersabar. "Apa Dokter pernah terpikirkan, andai Saya menerima tawaran itu dan menikahi Anda demi harta, memang Anda pikir Saya tidak bisa melakukan hal lain setelah mengambil alih ahli waris? Bisa saja kan saya membunuh An

