Bermodalkan taksi Intan pulang dengan muka bantal. Dari jam dua dini hari dia tidak tidur hingga subuh. Itupun dapat tidur satu jam lalu. Sebelum Yovan memaksanya untuk mengantar mama Nia pulang karena papa Liam keburu berangkat kerja. Meski melelahkan tapi rasa bahagia tak bisa dipungkiri atas keadaan Kirana yang terbangun dari kondisi koma. Beberapa puluh menit taksi yang dia tumpangi sudah terparkir di depan lobi gedung apartemen tempat tinggalnya bersama Radit untuk sementara. "Sudah sampai Mbak, total biaya perjalanannya 65300," ujar supir dengan ramah. Intan mengeluarkan satu lembaran uang berwana merah dan menyodorkannya,"Ini Pak, simpan aja kembaliannya." Pak supir paruh baya itu tampak senang,"Terima kasih banyak Mbak." "Ya, sama-sama," jawab Intan sumringah. berjalan d

