Pukul satu dini hari di salah satu kamar apartemen. "Back home, Laras. Untuk apa lagi kamu berlama-lama di Indonesia?" "No, I'm not going home without Yovan!" "Do not be crazy! Dia bukan siapa-siapa bagi kamu!" "Aku tidak peduli, Yang kuinginkan hanya Yovan kembali bersamaku, itu saja!" "Oh Lord, kenapa kamu suka sekali membuat masalah, Laras!" Laras mencengkram erat sudut meja, tatapan tajamnya terpantul jelas di cermin,"Aku ingin Daddy membantuku untuk membujuk Yovan kembali bekerja di tempat asalnya, apa permintaanku terlalu sulit?" Erangan pria di seberang telfon terdengar frustasi, juga bunyi benturan suatu benda cukup kuat, seolah sengaja di lempar begitu saja,"Kenapa kamu menganggap itu mudah, huh? use your mind, Yovan telah menolakmu dengan cukup jelas honey, untuk apa lagi

