Intan nyengir kuda saat Kirana menyuapi makanan ke mulutnya dengan sangat hati-hati. Sebab nggak ingin lipstik mahal di bibir seksi badai Intan rusak oleh stik plastik itu. "Where else can I find a sister like you, Kirana," ucap Intan manja. "I'm certain, kamu nggak bakal nemuin meski carinya ke ujung dunia. Because, I'm already here." Intan ngikik mendengar jawaban yang sedikit congkak dari mulut sahabatnya. "Tau, makanya aku senang kamu di sini, love you." Intan memonyongkan bibirnya ke depan seolah dia tengah menciumi sahabatnya itu. Kirana ngakak. Afeksi yang diberikan Kirana padanya benar-benar dapat dirasakan. Intan sempat pesimis perihal proses akadnya tidak akan berjalan lancar. Berkat kehadiran sahabat satu itu yang sudi menemani beberapa hari belakang Intan jadi lebih p

