Lagi-lagi?

2426 Kata

Kirana memandang jarum hitam di jam dindingnya, lima menit lagi tepat jam 11 malam. Jika di new York mungkin sudah waktunya makan siang. Dia yakin Issac pasti memiliki waktu senggang dan saat yang tepat untuk menghubunginya. Di atas kasur di depan laptop menyala, Kirana memastikan lagi jaringan internet dan headset yang dia selipkan di lubang telinga. Kirana bersyukur saat tour hotel di Karawang city mereka sempat bertukar nomor pribadi. Bersiap-siap melakukan panggilan telefon. Bahkan saat menggerakkan kursor tangan Kirana gemetar saking nggak pedenya. "Tenang diriku, ini nggak akan lama, basa basi terus langsung ke inti masalah, selesai." Dia menghirup udara melalui hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Kegiatan itu dia lakukan berkali-kali sampai panggilannya terhubung. Dan...

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN