“Kenapa kamu kaya gozila nahan berak gitu, Ki? Gak pernah ya liat cowok tampan, menggemaskan, yang punya badan seksi kaya gini? Merasa tertantang, ya?” tanya Kaisar bertubi-tubi seolah membalikkan ucapan Kikan beberapa waktu lalu. Kikan terhenyak, menyadari bahwa saat pertama kali Kaisar makan malam di rumahnya, Kikan pernah berkata demikian. “Yah, tapi seenggaknya otot-otot ini asli loh, Ki! Gak di sumpel pake kaos kaki!” ledek Kaisar. Mendengar hal itu Kikan segera menyilangkan kedua lengannya di depan d**a. Dia malu karena mengingat kejadian kaos kaki yang menyumpal dadanya jatuh ke mangkok sup ayam. Rasanya Kikan ingin berteriak, tapi suaranya tercekat. Ingin kabur dan menghilang dari pandangan Kaisar, tapi kakinya tak mampu melangkah. Apalagi ketika Kaisar seolah menggodanya dengan

