“Bang, perawat yang kamu suruh temenin aku itu siapa?” tanya Kikan secara tiba-tiba saat mereka baru sampai rumah. Kondisi rumah nampak sepi, sepertinya Nyonya Shinta dan Tuan Dirga belum pulang. Kikan dan Kaisar bergegas ke kamar bersiap untuk istirahat. Kikan duduk di depan cermin sambil membersihkan wajahnya dengan make up remover saat Kaisar membuka kemeja dan celana panjangnya, Kikan memberanikan diri bertanya hal itu. Kikan tak bisa lama-lama membendung rasa penasaran yang dia miliki sendirian. “Oh, Arin? Kenapa, Ki? Kamu masih bete sama dia gara-gara dia gak nyalamin kamu pas resepsi?” Kikan menderlingkan matanya, berekspresi malas tetapi sesekali dia mencuri-curi pandang pada boxer kuning bermotif lebah yang lucu menurut Kikan. Bukannya terlihat gagah, Kaisar malah semakin mengg

