#22-Over My Dead Body!

4115 Kata

Siang ini, Cesya duduk di sudut kelas dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya saling meremas dengan kuat. Tatapannya datar dan kosong. Tidak ada satu pelajaran pun yang masuk kedalam otaknya. Semua penjelasan guru-guru yang masuk kedalam kelasnya terlewat begitu saja, masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Bagaimana dia bisa berkonsentrasi belajar dengan baik kalau pikirannya saja melanglang buana entah kemana?             Bukan hanya teman-teman sekelas Cesya yang menyadari perubahan gadis itu, tetapi juga Inggit dan Rizky. Disaat jam istirahat kedua baru saja berbunyi dan semua teman-teman sekelas Cesya berlari dengan penuh semangat ke arah kantin sekolah, gadis itu justru hanya duduk diam. Hal itulah yang mendorong Rizky dan Inggit untuk menghampiri Cesya setelah sebelumnya keduany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN