Pintu ruang ICU itu terbuka dengan satu hentakan keras. Kemudian, sosok Elang, Edward dan Inggit muncul disana. Elang langsung mengitari tempat tidur dan kini berdiri tepat di samping Krystal yang sudah melepas masker oksigennya dan bersandar di atas bantal yang ditumpuk di dinding. Gadis itu tersenyum tipis pada Elang dan Edward. Rizky berdiri di depan tempat tidur, bersama Inggit. Ketika Krystal menatap Inggit, gadis itu mengerutkan kening dan mengangkat satu alisnya. Rizky memang langsung menelepon Elang dan memberitahu laki-laki itu bahwa Krystal sudah sadar. Begitu mendapat kabar tersebut, Elang langsung menghubungi Edward dan bertiga dengan Inggit, mereka langsung menuju ruang rawat Krystal. “Kondisinya sudah sangat membaik,” kata dokter yang sedari tadi memeriksa Krysta

