“Kemana arah Nancy pergi. Astaga... itu wanita atau jelmaan hantu.” Gerutu Diego sambil fokus mengemudi. Kedua matanya menatap ke semua arah yang didepannya. Jam tangan yang digunakan Diego berkedip merah. Tanda bahaya mengancam orang sekitarnya. Ia mengurangi kecepatan dan meraih ponsel yang tergeletak di dashboard. Ia membuka signal alarm bahaya. Satu area dan hanya beda persimpangan. Rasa panik tiba-tiba menghampiri Diego. Ada dua tempat dan ia bingung mana yang harus ia pilih salah satunya. Nancy atau kakaknya. Signal bahaya datang dari dua arah. “Astaga.. Dreyhan sialan kau! Kenapa kau berada ditempat yang sama. Aku tidak tahu mana yang lebih terancam.” Maki Diego pada jam yang menunjukkan 2 titik lokasi. Ia ingin lari ke Nancy tapi kakaknya cidera punggung, bagaimana bisa berkela

