Dua jam Elvrince menikmati berendam di Bathtub, rasa segar membuat ia malas untuk beranjak dari tempat nyamannya. Kapan lagi ia akan bersantai seperti ini, biarkan Tuan singa yang diluar tertawa sepuasnya. Elvrince mulai berfikir untuk menyiapkan segala hal untuk antisipasi. Mungkin saja kegilaan sang bos dadakan akan melebihi batas dunia. Nanti malam ia akan membicarakan dengan sahabatnya, bila perlu ia akan meminta kiriman bom atau sejenisnya. Penghitung waktu yang di dekat Dreyhan berbunyi, tanda bahwa sudah dua jam. Ia memang menyiapkan sekaligus menghitung waktu. Ia pun meletakkan laptop dipangkuannya ke sofa lalu beranjak. Berjalan santai menghampiri kamar mandi, sejenak berdiri sebelum mengetuk pintu. Ia sedikit cemas karena tidak ada suara apapun. Setahunya, setiap sapuan sikat de

