sisimu.” Lirih Elvrince masih dalam posisi menyandarkan kepala di dadà Dreyhan. “Aku akan berusaha untuk menerima apa yang akan terjadi besok El.” Jawab Dreyhan pelan. “Kau sok puitis.” Ucap Elvrince sambil mendorong Dàda Dreyhan saat otak warasnya kembali. “Tak bisakah aku menikmati sedikit lebih lama lagi menyentuh kulitmu.” Seru Dreyhan sedikit kesal. “Pergilah ke kamar mandi! Tidurkan pusakamu itu!” ucap Elvrince dengan nada perintah. “Aku akan menuntaskan disini.” Ucap Dreyhan santai. “Pergi atau ku tendang pusakamu.” teriak Elvrince karena Dreyhan yang akan membuka celana dalamnya. Ia merutuki kebodohannya yang dengan suka rela menikmati sentuhan Dreyhan dan Sialnya, ia menyukai. Otaknya sekarang sudah tertular virus mesùm. Elvrince menyelam dan membuka penutup air untuk membu

