“Berhenti menyumbat perutku yang kecil ini. Aku bisa meledak jika kau terus menyuapkan makanan padaku.” Perintah Elvrince dengan nada kesal. “Ini baru sedikit, biasanya kau paling rakus jika menyangkut makanan.” Bantah Dreyhan yang terus memaksa Elvrince untuk membuka mulut. “Aku sudah kenyang Drey.” Keluh Elvrince. “Baiklah.” Seru Dreyhan akhirnya mengalah. Dreyhan berjalan ke arah meja yang terdapat bermacam makanan. Ia juga harus mengisi perut. Pergulatannya semalam cukup menguras energi, ia sarapan dengan tenang. “Drey.. Apa kau melihat ponselku?” seru Elvrince yang berjalan mengelilingi ruangan . “aku mencas di pojok sana.” Ucap Dreyhan sambil menunjuk ke arah tempat ponsel Elvrince tergeletak. Elvrince menghampiri ponsel yang sudah terisi. Lalu ia mulai membuka, di layar terda

