Sepeninggal Elvrince, Dreyhan dan Agride berdiri saling melayangkan tatapan tajam. Dreyhan kembali masuk ke dalam kamar Elvrince. Daripada ia melayani Agride yang tidak ada gunanya, lebih baik ia mengerjakan sesuatu yang bisa menghasilkan dollar. Ia menggunakan meja kecil yang tersedia disisi ranjang untuk meletakkan laptop, punggung ia sandarkan pada kepala ranjang dan jarinya mulai menekan setiap Alphabet. Ia membuka satu persatu email yang masuk. Sedangkan Agride yang sudah beberapa hari geram dengan kemesraan yang ada didepannya ditambah Elvrince yang tetap dingin dengan dirinya, semakin membuat Agride terobsessi. Ia pun masuk kembali ke rumah Elvrince dan menunggu wanita itu sampai pulang kembali. Saat ia ingin masuk ke kamar Elvrince, pintu terkunci. Siapa lagi kalau bukan Dreyhan

