Sinar pagi yang menyorot melalui celah jendela memberi kehangatan pagi yang dingin karena salju yang turun lebat. Dua anak manusia yang terbaring saling memberi kehangatan dibalik selimut, perlahan menggeliat pelan. Elvrince perlahan membuka kedua kelopak mata dan mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk. Hangat dan nyaman. Ia menyadari sesuatu lalu menoleh ke samping. Wajah tampan dengan rambut yang acak-acakan sedang menatapnya intens. Dia tersenyum sangat manis padanya, mata hijau keabuan itu memandang dirinya penuh cinta seperti biasa. “Selamat pagi, sayang” ucap Dreyhan dengan suara serak khas bangun tidur lalu mencium puncak kepala Elvrince. “Yeah, pagi.” Jawab Elvrince pelan. “Maaf, aku menempati ranjangmu dan membuatmu sampai tertidur di lantai.” Ucap Dreyhan pelan penuh penye

