Di meja makan semua anggota keluarga tetmasuk Migael melanjutkan sarapan. Semua makan dalam tenang. “Kau sudah rapi mau kemana?” celetuk Elvrince tanpa susah payah menatap Agride. Pandangannya fokus menghabiskan ikan bakar. “Aku akan pulang ke Italia selama 1 minggu. Sebelum pernikahan kita dilaksanakan, aku harus menyelesaikan tugasku dulu.” Jawab Agride santai. “Oh. Baiklah.” Sahut Elvrince enteng. “Kau- tidak ingin menghalangiku?” Ucap Agride seolah mengharapkan Elvrince mencegah kepergiaannya. Ya, seperti di drama romantis. “Untuk apa. Jika kau bangkrut itu artinya aku dan anakku akan hidup susah.” Jelas Elvrince tegas. Sontak Migael tertawa keras. “kau memang darah Aurzach sejati nak.” Sahut ayah Elvrince. Lalu ia mengalihkan pandangan kearah Agride. “Kau dengar! Anak dan cucuku

