“Ya Tuhan....” desah Dreyhan geram. Ia segera berlari menyusul Elvrince. “Hey! Berhenti.” Teiak Dreyhan sambil mengejar. “Astaga, matilah aku.” Gumam Elvrince lirih sambil terus berlari sekencang mungkin. Dibelakang Dreyhan berlari mengejarnya, entah apa yang akan dia lakukan nanti, tapi saat ini Elvrince hanya ini bermain-main. Didepan ada jalan yang bercabang, ia akan berbelok dan bersembunyi di salah satu rumah warga. Ide bagus. Ia menambah kecepatannya dan tepat di jalan bercabang ia masuk ke lorong kecil yang berada diantara rumah warga. Ia memelankan kecepatannya da ia mulai berjalan pelan. Panorama alam yang didepan matanya menghipnotis Elvrince. Segerombolan kambing berwarna putih yang tersebar menikmati rumput dan beberapa kelinci yang berlarian di dekat Elvrince. Ia duduk dipad

