Malu

439 Kata
Matahari telah bersinar menerangi kamar sepasang pengantin yang telah menyatu. Anne merasakan matanya yang pedih karena terkena sinar matahari. Anne merasa seluruh tubuhnya remuk dan letih. Anne mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam. Anne nampak terkejut dan segera menutup mulutnya yang terbuka lebar. Refleks Anne melihat tubuhnya di bawah selimut dan ternyata naked. Anne segera menutup kembali tubuhnya dengan selimut dan menutup hampir seluruh tubuhnya ke dalam selimut Belum habis rasa keterkejutannya, Ane merasa ada yang meraba perutnya dan itu semakin naik menuju dadanya. Anne merasa geli dan " Aah " desahan Anne keluar ketika tangan Andrew meremas d**a kanan Anne. " Ooh baby kau membuatku ingin lagi " bisik Andrew di dekat telinga Anne dan dengan nakalnya Andrew menjilat telinga Anne. " Drew, tunggu dulu " elak Anne. " Why baby, aku masih ingin bercinta denganmu. " rengek Andrew yang masih tetap meraba tubuh telanjang istrinya dan sekali-sekali meremas dadanya. " Aku ingin ke kamar mandi karena seluruh tubuhku terasa lengket ." ucap Anne mencoba bernegosiasi dengan suaminya. Seketika Andrew bersemangat untuk bangun dari tempat tidurnya. "Oke, ayo kita ke kamar mandi." ucap Andrew. Andrew berdiri di depan wajah Anne dan terlihat dengan jelas adik Andrew yang telah bangun dengan sempurna. Anne langsung menutup ke dua matanya dengan telapak tangannya. Anne malu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Andrew tertawa geli melihat tingkah istrinya yang masih malu terhadapnya padahal ia telah sah menjadi suaminya. Dengan cepat Andrew membuka paksa selimut yang dikenakan Anne untuk menutup tubuhnya dan melempar selimut tersebut dengan asal. Spontan Anne terkejut dan segera menutup kedua dadanya dan merapatkan kakinya. Andrew mengangkat Anne untuk menuju kamar mandi. Andrew melihat bercak darah merah di atas kasur pertanda Anne telah menyatu dengannya. Ini pertama bagi Anne dan Andrew tahu kalau istrinya sedikit merasakan sakit pada intinya. Andrew tersenyum melihat Anne dan seketika wajah Anne terasa panas. Anne menenggelamkan wajahnya ke d**a Andrew. Anne malu. Andrew menurunkan Anne dengan pelan ke dalam bathup yang sudah berisikan air dan bunga-bungaan. Kemudian Andrew juga masuk ke dalam bathup dan memeluk Anne dari belakang. Andrew merasa tak bisa melewatkan satu inchi pun tubuh Anne. Tubuh Anne seolah candu bagi Andrew. Terlihat begitu banyak kissmark di tubuh Anne. Andrew menuangkan sabun cair di telapak tangannya lalu mengusap leher belakang Anne. Setelah itu tangan Andrew turun di kedua bahu Anne sambil sekali-sekali memijat bahu Anne. Andrew tersenyum melihat Anne yang merasa nyaman akan perlakuannya. Kemudian Andrew, menjelajahi tubuh Anne. Anne tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa merasakan sentuhan kedua tangan Andrew yang menyentuh tubuhnya. Ia menyadari jika Andrew berhak atas tubuhnya. Tanpa kata dan suara sepasang suami istri itu saling menikmati di setiap perlakuan manis keduanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN