"Tidak! Lakukanlah. Aku akan mendengarkan dan Kakak akan menanggung malu." "Kau pikir aku tidak bisa merubah wajahku di hadapan sahabatmu? Astaga, Diane. Kau lupa siapa suamimu!" "Coba saja. Aku sama sekali tidak akan keberatan." Dor! Pyar! "Aaarrrhhhh!" Seketika suasana cafe yang awalnya damai dan baik-baik saja tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Desingan peluru dan pecahan kaca terus terdengar. Diane masih membeku dan tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan. "Diane! Ayo!" Sejujurnya Arsenio tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi di cafe saat ini. Namun tidak ingin hal buruk terjadi dengannya dan juga Diane, tanpa pikir panjang Arsenio menarik tangan sang istri untuk membawanya pergi. "Diane, Ayo!" seru Arsenio sambil terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Seluruh pengh

