Arsenio dengan rakusnya melahap bibir basah Diane dengan cara yang tidak ada lembutnya sama sekali. Pria itu sangat bernafsu bahkan sampai tidak memikirkan bagaimana kondisi istrinya saat ini. Sementara Diane hanya pasrah dan membiarkan Arsenio melakukan apa pun terhadap tubuhnya. Arsenio tanpa ampun terus mendesak dan meringsek tubuh Diane dengan pagutan yang tidak ingin dia lepaskan meski hanya sedetik. Suara kecapan dan lenguhan mulai terdengar di ruangan yang sangat luas itu. Tanpa mereka sadari keduanya telah sampai di depan pintu kamar mandi yang tidak kalah mewah dari kamar itu. Membuka pintu hanya menggunakan kekuatan kakinya, Arsenio berhasil membuka pintu dan terus membawa Diane menuju tempat yang dia inginkan. Di mana lagi kalau bukan di sebuah bath tub yang telah dia kataka

