Di Jakarta, waktu waktu bebas bagi Gerry kini telah berakhir. Surya telah kembali ke kantor dan sibuk mengejar pekerjaan yang tertinggal selama dirinya berada di Singapura menemani putri kesayangan. Dengan kasar ia menghempaskan tubuhnya pada kursi empuk berwarna hitam, "Nelly!" serunya memanggil sang sekretaris. "Nelly!" panggilanya sekali lagi. Tak lama kemudian, tampak wanita bertubuh sintal dari balik daun pintu, "Pak Gerry memanggil saya?" "Huhh...jika namamu Nelly maka jawabannya YA!" sahut Gerry dengan ketus. "Duduk!" perintahnya. Dalam hati Nelly mengumpat, "Tinggal jawab saja kok pakai nyindir segala. Dasar pria moody" "Ngomong apa kamu tadi? Pasti dalam hatimu kau mengumpat aku ya? Ayo! Jawab! Awas ya, sudah tidak sayang sama pekerjaanmu hah? Ha ha ha..aku tahu kau membutuh

