Sikap Aisyah perlahan-lahan mulai luluh karena perlakuan Pandu yang begitu menghargainya, bahkan kini ia tak canggung lagi menampakkan rambut indahnya di hadapan sang suami. Meskipun ada rasa yang tak bisa terdefinisikan ketika auratnya di lihat oleh Pandu, Aisyah tetap berusaha bersikap nyaman. Mempertahankan pernikahan ini memang tidak mudah, apalagi ia yang belum mencintai Pandu sepenuhnya. Namun, dibalik sikap Pandu yang menyebalkan, ada suatu hal yang membuat Aisyah sedikit kagum pada sosok Pandu. Suaminya itu merupakan orang yang pekerja keras dan juga sangat menghargainya, ia salut pada dua hal yang ada dalam diri Pandu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, hal yang harus ia lakukan sekarang adalah berusaha membalas cinta suaminya. Awalnya pun ia tak mudah memanggil Pandu dengan s

