38. Curiga

1633 Kata

Semuanya kembali seperti semula, hari-hari Aisyah maupun Pandu. Pandu yang pergi ke kantor dan Aisyah yang pergi ke toko kue milik Umi Maryam, walau pastinya ada hal yang sedikit berbeda dari biasanya. Yaitu Pandu dan Aisyah yang semakin hari semakin dekat, setiap kali pria itu mengantarkan Aisyah maka dengan senang hati Aisyah mencium punggung tangan Pandu serta menerima ciuman di keningnya. Hal itu kerap kali terlihat melalui mata telanjang Umi Maryam dan juga Nala, mereka turut bahagia karena dua sejoli itu sudah sangat dekat dan bahkan sekarang sudah terlihat seperti suami-istri sungguhan. Meskipun Aisyah harus menahan rasa kesal tiap kali Nala menggodanya, tetapi hal itu tak lantas membuat kebahagiaannya sedikit berkurang. Senyum cerah nampak di bibir merah alami milik Aisyah, apala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN