64. Kelakuan Pandu

1733 Kata

Aisyah tersenyum senang sambil memerhatikan Pandu yang dengan ogah-ogahan meminum air rebusan sirih merah itu, sangat menyesal dirinya mengambil jatah libur jika begini akhirnya. Ia begitu membenci obat-obatan, dan sekarang demi istrinya ia harus meminum ini. Rasanya pasti sangat tidak enak, ingin menolak, tetapi ia tidak tega melihat wajah Aisyah yang akan berubah murung. Akhirnya ia mengucap bismillah saja, semoga saja Allah masih memberikan dirinya kehidupan setelah meminum ini. Bercanda sekali Pandu ini, jelas saja ia tetap hidup karena yang akan ia minum itu hanya rebusan daun sirih dan bukannya racun. Ya untungnya Aisyah hanya menyuruhnya meminum air rebusan sirih merah, jika saja benar racun maka tewaslah dirinya. Sambil menutup hidungnya menggunakan jari telunjuk serta ibu jariny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN