71. Tamu Tak Diharapkan

1744 Kata

Jika kemarin-kemarin Pandu sangat bersemangat dalam bekerja karena sang istri menemani, tetapi kini sangat berbeda. Ia nampak ogah-ogahan duduk di kursi kebesarannya, memandangi tumpukan berkas serta laptop yang berada di atas meja dengan tatapan penuh kekesalan. Jangan mengira kalau menjadi atasan restoran itu begitu mengenakkan, jika kalian berpikir begitu maka kalian salah besar. Kalau begini sih ia tidak ada bedanya seperti dulu ketika ia menjadi sekretaris Richard, bedanya ia dulu menjadi babu sekarang menjadi bos. Cabang restoran yang ia kelola ini cukup banyak sehingga tidak mungkin ia lalai dalam mengecek, meskipun uangnya sudah banyak. Hmm sombong sedikit tak mengapa 'kan? Namun ia masih harus mengumpulkan uang demi masa depan anaknya kelak, nah sang istri sudah mengandung tingg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN