"Sayang." teriak Adit menggema di dalam Mancion, karena tak menemukan istrinya selama beberapa jam terakhir.
"Sayang, kau dimana?" Ucap Adit panik sampai membuka seluruh ruangan di Mancion. Bodohnya dia, kenapa tidak tanya dengan salah satu pelayan yang ada disana? Pasti salah satu dari mereka mengetahui keberadaan Divya.
"Sayang, kau sudah pulang?" Tanya orang yang berada di belakang Adit. Adit menoleh ke belakang karena mendengar suara wanita yang ia cari, dan langsung menghambur ke pelukan sang pujaan hati.
Adit memeluk Divya dengan erat seakan tak mau ditinggalkan. "Sayang, kau dari mana saja?" Ucap Adit masih dalam keadaan memeluk istrinya. Adit memang sangat takut akan kehilangan orang yang sangat ia cintai, karna kejadian 2 atau 3 tahun yang lalu membuatnya sungguh terpukul atas kepergian sang kekasih yang meninggalkan nya di saat lagi sayang-sayang nya.
"Sa-sayang lepas dulu, aku susah bernafas." Ucap Divya dengan nafas tersengal-sengal.
Melihat Divya yang kesusahan bernafas, Adit merenggangkan pelukannya dan menatap lekat pemilik mata berwarna biru itu.
"Sayang, tadi kau dari mana?" Ucap Adit dengan pertanyaan yang masih sama.
"Maaf sayang, tadi aku sama Bu meli keliling di taman, karena aku bosan di rumah saja."
"Ya sudah sayang, jangan diulangi lagi. Sekarang kau harus menebus kesalahan mu itu ya." Ucap Adit dengan senyuman lebar dan penuh makna.
"Mulai lagi nih orang, memang gak ada puas-puasnya otak m***m tingkat akut ini." Batin Divya bergidik ngeri, pasalnya Adit begitu ganas saat sedang bercinta dengannya.
"Sayang, apa kau sudah makan? sepertinya kau kelelahan." Ucap Divya mencoba mengalihkan pembicaraan. Adit yang mengetahui isi pikiran Divya hanya mengulum senyum karena wajah imut yang menggemaskan itu.
"Aku tidak lapar makanan sayang." Tukas Adit
"Terus kamu lapar apa sayang?" Tanya Divya polos
"Kamuuuu." Jawab Adit
Seketika wajah Divya memerah bak tomat segar, akibat mendengar perkataan Adit. Padahal hanya 1 kata, tapi sudah melelehkan hati Divya.
Tanpa menunggu aba-aba Adit langsung menggendong tubuh Divya. "Sayang, kita mau kemana?" Tanya Divya diselingi pipi merona
"Kita akan melanjutkan yang tertunda tadi pagi sayang."
Wajah Divya tambah merah saja, malu? Tentu saja. Bahkan ia sampai menyembunyikan wajah nya di d**a bidang Adit.
Sesampainya nya di kamar, Adit mulai mengecap bibir manis Divya, saling ber pangutan menyalurkan perasaan masingmasing. Meskipun mereka menikah bukan karena cinta, tapi Divya bertekad untuk mulai membuka hatinya untuk Adit dan mengarungi bahtera rumah tangga yang bahagia.
Lum*tan Dan kecupan telah dilakukan, dan itu membangkitkan hasrat keduanya untuk meminta lebih. Saling memberi kehangatan di antara derasnya hujan, seakan mendukung kegiatan mereka.
Tak beberapa lama kemudian, kamar mereka sudah di hiasi dengan desahan maupun erangan dari keduanya.
"I LOVE YOU HONEY." Bisik Adit di telinga Divya di sela-sela pergulatan panas mereka. Sedangkan Divya hanya bergumam tidak jelas akibat keganasan Adit yang tidak membiarkannya untuk berbicara.
Di pagi hari yang cerah seperti biasanya, terlihat sepasang kekasih yang baru saja selesai memadu kasih. Keduanya turun ke bawah bersama sambil bergandengan tangan, bersiap untuk melakukan aktivitas selanjutnya. "Pagi semuanya." Sapa Divya tersenyum ramah.
Sementara Adit masih tetap dengan wajah datar nan dinginnya. Jangan lupa tatapan mata yang seolah-olah akan memakan mereka hidup-hidup khususnya untuk para bodyguard laki-laki yang membalas senyuman manis istrinya.
Divya hanya menggeleng pelan melihat kelakuan suaminya itu, lalu mereka pun makan bersama dengan damai.
"Sayang, kemana kita akan jalan-jalan?" Tanya Divya karena semalam Adit berjanji akan mengajaknya jalan-jalan
"Hmm, kau masih ingat rupanya." Ucap Adit cemberut, sebab semalam ia memikirkan cara agar Divya mau memberinya ronde ketujuh pada pertempuran panas mereka.
Hasilnya ia memilih untuk mengajak istrinya berjalan-jalan, walaupun sebelumnya tidak ada niatan seperti itu. Ya sudahlah, yang penting aku bisa melakukan nya lagi, kan sayang kalau digantung begini. Pikir Adit saat sedang bercinta semalam
Divya menjalani hari ini bersama dengan Adit, sampai tak terasa malam pun tiba. Terlihatlah suami-istri yang sedang berdebat layaknya anak kecil
"Sayang, ayo kita pergi. Katanya tadi mau jalan-jalan." Ucap Divya
"Besok saja ya sayang. Sekarang kita ke kamar aja yuk." Ajak Adit karena ingin bermanja-manja dengan istrinya, namun ternyata pikiran Divya berbanding terbalik dengan keinginan Adit
"Kamu ini kenapa sih, tadi kamu udah. Sekarang giliran aku yang minta, aku pengen jalan-jalan." Ucap divya kesal
Melihat wajah Divya yang sangat menggemaskan di matanya, Adit jadi tak tega dan menghela nafas panjang.
"Fyuhh, baiklah sayang. Makanya jangan menggugah iman suami tampan mu ini." Ucap Adit mengalah
"Yeyy makasih sayang... I Love You." Ucap Divya keceplosan dan refleks menutup mulut dengan kedua tangannya yang mungil itu.
"Apa sayang, tolong ulangi." Ujar Adit tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Yang...yang mana?" Tanya Divya gugup
"Ucapan kamu tadi sayang." Adit dengan senyum mengembang di wajahnya, menunggu kalimat yang paling ia harapkan selama ini dari sang istri.
"Yeyy." Ucap Divya singkat
"Bukan itu sayang, kedepan sedikit." Pinta Adit
"Makasih sayang, hanya itu."
"Sebegitu tak mau nya kah kau menyebutnya hingga kau mengelak untuk mengatakannya." Ucap Adit kecewa dan menatap sendu wajah istrinya.
Divya yang melihat wajah kecewa Adit, jadi merasa sangat bersalah. Ia menghembuskan nafas dan menangkupkan kedua tangannya ke pipi Adit dan menatap dalam sepasang mata suaminya yang belum lama ini telah menggetarkan hatinya.
"Adit Prananta Wijaya suamiku tercinta, entah sejak kapan perasaan ini muncul, tapi aku mulai nyaman denganmu. Saat ini aku Divya Aleshia menyatakan perasaanku yang sebenarnya disaksikan para pelayan dan bodyguard yang sudah kuanggap seperti Keluarga ku sendiri. Adit, I LOVE YOU." Ucap divya mengecup kilas bibir Adit
Semua orang yang menyaksikan itu menangis haru karena perkataan Divya yang menganggap mereka keluarga. Bi meli menitikkan air mata berserta yang lainnya.
Kalau Adit jangan ditanya lagi, dia sudah terlebih dahulu mendekap tubuh Divya menghujani wajah istrinya dengan kecupan kasih sayang.
"Apa kau serius sayang?" Tanya Adit masih tak percaya
Divya yang kesal karena perkataannya harus diulang lagi, berniat untuk mengerjai Adit. "Hahaha tentu saja tidak. Aku berbohong soal pengakuan itu, apalagi tidak mungkin aku mencintai pria yang tidak punya sopan santun seperti mu." Ucap Divya dengan wajah sinis yang dibuat-buat nya.
//Deg//
Para maid serta bodyguard terkejut mendengar perkataan Divya, mereka tidak menyangka bahwa nyonya nya akan mengatakan hal yang membuat hati Tuannya terluka.
"Yah, aku memang buruk. Aku tak pantas untuk mendapatkan cintamu." Ucap Adit sedih dan ingin melangkahkan kakinya ke anak tangga menuju kamar.
"Eh kok jadi gini sih. Aku kan cuman mau ngerjain dia aja." Batin Divya menyesal karena telah membuat keadaan semakin rumit.
"Emm, apa kita tidak jadi jalan-jalan?" Tanya Divya
Astaga Divya sudah tau suaminya lagi sedih, masih sempat-sempatnya memikirkan jalan-jalan.
"Tidak, mood ku sudah hancur." Ucap Adit lesu
"Kenapa?" Kali ini Divya bertanya untuk memancing adit.
"Tentu saja itu karena kau." Balas Adit dengan suara pelan
"Memang nya aku kenapa?" Masih saja bertanya.
"Sayang,kau tidak serius dengan pernyataan cintamu tadi dan itu membuatku kesal."
"Hehehe jangan marah dong. Tadi aku cuman bercanda aja kok. Kamu gak usah sedih, aku beneran tulus kok sayang sama kamu." Jelas Divya menggandeng tangan adit, berusaha untuk menghibur suaminya itu.
"Haa, jadi kamu memang cinta sama aku sayang?" Tanya Adit dengan mata berbinar.
"Ihhh perasaan ngulang terus deh..."
"Sekali lagi sayang." Pinta Adit dengan wajah memelas
"Baiklah, tapi ini untuk terakhir kalinya. Jika kau meminta untuk mengatakannya lagi, aku pastikan untuk menutup hatiku rapat-rapat." Ucap Divya membuat raut wajah Adit berubah menjadi lesu, padahal ia ingin istrinya mengatakan itu sampai seratus kali.
"Semuanya dengarkan ini baik-baik, terutama kau sayang karena kalimat ini hanya akan ditujukan untuk mu." Ucap divya
"MY BELOVED HUSBAND, I LOVE YOU." Teriak divya
"I LOVE YOU MORE DARLING." Balas Adit dengan teriakan lebih kuat
Tanpa Divya sadari, Adit menyuruh salah satu bodyguard untuk merekam kejadian ini. Peristiwa yang paling indah setelah pernikahan mereka dan itu tak akan pernah Adit lupakan sampai kapanpun.
"Ya sudah sayang, ayo kita pergi." Ajak Divya dengan semangat 45, sangking tidak sabarnya.