Sekolah sudah bubar, namun masih banyak anak laki-laki yang nongkrong di pinggir jalan. Masih mengenakan seragam sekolah, mereka mengobrol seru tentang pertandingan sepak bola yang berlangsung tadi malam. Di antara kerumunan itu duduklah, Sena Aditya, seorang cowok berwajah manis yang baru duduk di kelas tiga SMP. Tidak seperti teman-temannya sibuk mengobrol, Sena hanya diam sambil dengan serius mengutak-atik ponsel. Sena tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang dibicarakan oleh teman-temannya yang lain karena dia sedang berkonsentrasi untuk mengirim Line pada gadis pujaan hatinya. Beberapa kali dia mengetikkan Line namun kembali menghapusnya lagi karena merasa kalimat yang ditulisnya itu kurang pantas hal itu terus diulanginya sampai lima kali. Igo Casanova yang duduk tepat di sampin

