"Seandainya kamu tau perasaanku, apa sikapmu masih bisa seperti sebelumnya?" - Panca Nugraha - ©©© Dengan wajah masam, Aisa bisa melihat sosok Panca tengah bersandar pada lorong menuju parkiran. Tanpa bertanya lagi, gadis itu tahu kalau Panca tengah menunggu dirinya. Terbukti dengan lelaki itu yang sekarang membenarkan cara berdirinya tanpa besender pada dinding lagi setelah melihatnya. Namun entah kenapa kali ini rasanya Aisa sangat tidak senang melihat lelaki itu. Dia merasa kesal dan marah. "Ais, aku..." Belum selesai Panca berbicara, Aisa sudah lebih dulu melewatinya seakan lelaki itu tidak ada disana. Aisa keluar dari gedung dan sinar matahari sore langsung menerpanya. Dia berjalan cepat menuju motornya, namun belum sampai dia menjamah motornya, Panca sudah lebih dulu menghadang

