"Kamu pikir lucu mempermainkan perasaan seseorang? Berhentilah menjadi b******n!" ©©© Panca masih dalam keterkejutannya saat melihat keberadaan Antarikaa dan Yudhis. Dia mengerjapkan mata beberapa kali sampai Dirga menyerangnya secara tiba-tiba membuat lelaki itu dengan sigap Panca berusaha untuk membalasnya dengan tenaga yang sudah hampir terkuras habis. Panca memberikan tinjuannya beberapa kali, dia bahkan tidak peduli saat pukulan Dirga mengenai beberapa kali wajah atau tubuhnya. Dia menghiraukan rasa sakit pada dirinya dengan terus memberikan pukulan bertubi-tubi agar Dirga tidak memiliki kesempatan untuk maju. Darah mengalir dari bibirnya dan hidung, begitu juga pelipisnya. Dia mungkin telah ditolak, tapi itu tidak akan membuatnya mati dan menyerah. Dia belum melakukan apapun unt

