"Aku cinta kamu." - Panca Nugraha - ©©© "Kamu tuh kalau dibilangin dengerin! Apa sih gunanya berantem, hah?" Diam. Hanya itu yang bisa dilakukan Panca saat Ayahnya marah saat melihat dirinya yang babak belur. Sementara Ibunya terdiam tanpa suara mengobati luka dari putra satu-satunya yang dia miliki. Panca tidak bisa membantah kalau Ayahnya sudah berbicara, dia paling takut dengan lelaki paruh baya itu. "Jawab Papa!" "Maaf, Pa. Kali ini beneran Panca gak sengaja buat berantem. Panca terpaksa." "Mau kamu terpaksa atau gak tetap aja berantem itu gak baik! Kamu janji udah berhenti tapi sekarang kamu ulangi lagi! Mau jadi apa kamu kalau lulus nanti?!" "Sudah, Pa. Panca pasti punya alasan sendiri, dia gak mungkin melakukan sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu." bela Aira. "Astagfir

