"Kehilanganmu sama saja kehilangan salah satu mimpi dalam hidupku." - Panca Nugraha - ©©© Sudah seminggu lebih Panca tidak bertemu dengan Aisa. Lebih tepatnya adalah lelaki itu berusaha untuk menghindar. Bukannya dia menyerah, tetapi dia hanya ingin memberikan waktu pada Aisa untuk berpikir. Dia ingin gadis itu juga bisa mendengar hatinya sendiri. Selama ini mereka bersama, tidak mungkin jika tidak ada rasa sama sekali bukan? Panca menggendong tas ranselnya pada pundak sebelah kanan. Dia hendak berjalan menuju kelasnya saat mantan kekasihnya, Anestia berdiri menyandarkan tubuhnya pada tembok sebelah pintu. Wajah gadis itu terlihat pucat dengan bengkak yang sangat terlihat di kantung matanya bagian bawah. Gadis itu menoleh saat Panca sudah satu meter darinya. "Anes?" panggil Panca. T

