"Apapun pilihannya, salah satu dari keduanya pasti akan tersakiti." - Note - ©©© Aira dan Doni saat ini tengah berada di ruang tengah menunggu sang Putra yang tadi berkata ingin membicarakan hal penting. Seusai makan malam, Panca memang meminta kedua orang tuanya untuk membicarakan suatu hal penting. Panca dengan wajah yang keruh menatap kedua orang tuanya. Dia menatap Aira yang mungkin sebentar lagi akan dia buat kecewa. "Panca mau nikah." "Yeay!! Akhirnya kamu bilang itu ke kami. Jadi, kapan kamu mau Mama sama Papa dateng ke rumah Aisa? Kalau boleh Mama saranin sih besok aja, gimana? Papa bisa kan besok?" "Mama kenapa sih? Anak belum lulus kuliah kok senang banget minta ijin nikah." "Pa, Mama yakin kalau gadia pilihan Panca itu baiiikk banget. Papa gak akan nyesel deh." "Tapi M

