"Teruslah tersenyum agar aku tau kalau kamu bisa bahagia tanpa aku." - Panca Nugraha - ©©© Aisa baru saja melepaskan mukenanya selesai sholat maghrib. Dia melipat mukena itu lalu meletakannya di atas kasur. Aisa tidak segera untuk berdiri, dia masih memilih untuk duduk bersimpuh. Pikirannya melayang kembali pada obrolannya dengan Panca kemarin. Dia merasa menjadi seseorang yang jahat karena bukannya merasa bahagia, dia justru kecewa dan ingin marah. Sekali lagi, Aisa menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya perlahan. Sulit untuk menyembunyikan perasaannya. Sulit untuk merasa baik-baik saja. Sulit untuk berpura-pura bahagia. Namun dia tetap harus melakukannya. Terus memanjatkan doa agar dia bisa terus bertahan dan tidak menjadi wanita lemah. Tok tok tok Suara pintu kamarnya dik

