02. MULAI

1089 Kata
"Heh lo, jangan jalan ke jalan gede" Raya mengetuk helm Hyunsuk. Raya merasa canggung memang, tapi dia berusaha menangani nya. "Lo gak ada sopan sopannya sama gue, gue ketos loh" "Terus? Bangga lo jadi ketos? Gue aja yang ketua ladies BBC biasa aja. Lo tau itu?" skak Raya. Raya mulai ngerasa kalo Hyunsuk itu sombong banget karena jabatannya jadi ketua osis. "Gue tau lo, lo dulu pernah selametin guue pas berantem sama YBC. Gue anggota BBC juga sama abang lo" "Dan gue ga nanya" cuek Raya. Raya mulai berpikir, Jadi gue kenal sama dia sebelumnya? Ko gue lupa ya?' "Kita jalan ke sini aja, bodoamat lah jalan kecil gini" "Yaudah bodoamat juga gue ga peduli, yang penting sampe" Saat sampai di parkiran, Raya benar benar malu dilihat oleh seisi sekolah. Mulai dari lantai atas semua melihat ke parkiran karena Raya berangkat bersama dengan Hyunsuk. "Fans lo?" Raya melepas helm nya, "Ga tau, gue ga peduli"' singkat Hyunsuk. "Nih helm lo, ada permen disitu buat lo. Makasih" Raya mengebalikan helm Hyunsuk dan pergi melewatinya begitu saja. Hyunsuk hanya menatap isi helm-nya yang ada satu buah permen jelly dari Raya. "Raya!" panggil Ryuji "Apaan sih ah" "Sombong lo!" kata Ryujin. "Sekarang sebangku sama gue ya Jin? Awas aja lo nolak, gue gak akan pernah naikin pangkat lo di BBC" "lyee bu ketu" Sampai dikelas, Raya bertemu dengan teman temannya. Raya sudah banyak mengenal orang, dan orang juga banyak yang mengetahui status Raya sebagai ketua ladies komunitas BBC. BBC itu adalah satu komunitas penguasa di daerahnya Raya. Satu kota, hanya ada dua komunitas yang elite. Yaitu BBC dan YBC, dan ketua ladies YBC adalah Somi. Dia juga satu sekolah dengan Raya. "Ra!" sapa Han. "Paan lo tupai!" "Dih anjing, nyolot lo belom ilang ilang" kata Han "Apes banget gue masih pagi di sapa lo" Raya duduk biasa di bangkunya bersama Ryujin. "Lo kenal ka Hyunsuk juga Ra?" tanya Ryujin saat jam istirahat "Kaga anj apaan dih" Kini mereka sedang menuju kantin Sampai di kantin, mereka Ketemu geng nya osis. "Jin! Ra! Sini lo pada!" teriak Junkyu. Tak bisa di pungkiri memang, Junkyu menyukai Ryujin. Dan begitupun sebaliknya. "Apaan'" Raya dengan wajah kalemnya. Lo adek nya Hanbin kan yang sekaligus jadi ketua ladies BBC?" tanya Jihoon. "Hm" "Sini gabung bareng Kita. Lagian Kita juga satu komun" jawab Jihoon. Raya tidak menjawab. Dia hanya duduk di tempat kosong dan memanggil bibi Kantin. "Eh Ra, disini itu pesennya harus kesana bego lo kira ini cafe apa" "Aduh anjing mager gue" keluh Raya. "Gue aja yang pesen. Pesen apa lo?" ucap Yoshi. Sedikit canggung memang diantara Raya dan Yoshi karena mereka memang saling Kenal. Ko saling kenal canggung? Ya iya lah bego mereka itu mantanan juga "Gak usah. Gue aja, udah ilang juga magernya" Raya bangkit dan mendekati stan makanan yang akan dia beli. "Lo kenal sama Raya?" tanya Hyunsuk dan Yoshi. "Kenal karena dia ketua ladies kita aja sih" Hyunsuk hanya ber-oh ria. Setelah selesai memesan, Raya Kembali duduk. Eh ternyata, yang asalnya Junkyu di apit oleh Hyunsuk Yoshi, sekarang Junkyu berpindah ke tempat Raya untuk mendekati Ryujin. Dan terpaksa, Raya tidak ingin banyak ngomong jadi Raya duduk diapit sama Hyunsuk Yoshi. "njir canggung gini slur"-Raya. "mau masuk organisasi osis ga?" tanya Hyunsuk. "WHAT? GUE? ANJING MALES BANGET" CIH teriakan Raya membuat semua orang Tertuju padanya. "Apa lo setan liat liat?" sungut Raya. "Lo gila anjir Ra" kata Ryujin. "Bodo lah, Suruh siapa pada ngeliatin gua? Pengen gua colok apa gimana si iblis" "Tau ah anj malu malu in lo mah babi" kata Junkyu. "Nyolot lo Sama gue?" Junkyu langsung diem. "Jangan di ambil hati kalo gue nyolot, gue emang gini orangnya" Raya senyum ke Junkyu sambil ngajak tos. Junkyu mangut mangut sambil nyengir "Kak Hyunsuk?" ada salah satu anak baru sama kaya Raya ngedeketin Hyunsuk. "Oh, kenapa ya?" Hyunsuk ramah banget Cup! semua orang yang ada disitu melongo melihat Hyunsuk sang Ketua osis di Cium. Hyunsuk pun lebih kaget., "Maksud lo?" tanya Hyunsuk. "Eeh maaf ya ka, aku lagi truth or dare sama temen'" "Ya udah gapapa." terus Hyunsuk makan lagi seperti biasa. Raya masin speechless melihat ada teman seangkatannya berani banget cium Hyunsuk. "Waw" Hyunsuk natap Raya, "Kenapa?" "Lo ga marah" Hyunsuk geleng geleng, "Nggak" "Gila Suk, pepet aja lah bening tuh" celetuk Jihoon. "Mulut lo!" malah Raya yang ngambek. Yang ada di meja aneh dong liat sikap Raya yang tiba tiba seperti itu Haya yang Tba-tiba menad "Ohh jadi Raya cemburu ini" goda Junkyu. Cih ap- paan kaga kali anjir ngapain" Muka Raya sekarang pasti lagi merah Hyunsuk menatap wajah malu Raya. Dia tersenyum melihat betapa gemasnya Raya saat merona Dan Raya pun salah tingkah pasti. Saat pulang, Raya menunggu di gerbang karena Hanbin belum jemput Raya. Sudah agak lama Raya menunggu, tapi dia tetap memutuskan untuk menunggu Hanbin dari pada harus naik kerndaraan umum. Pikirnya jika naik kendaraan umum adalah, "gue nanti kepanasan banget, yang utama sih duit. gue ga punya duit" "b*****t lama banget" Raya berdecak kesal. "Lo mau tunggu sampe kapanpun Hanbin ga akan dateng, karena gue yang minta Hanbin ga jemput lo" kata Hyunsuk dari belakang Raya dengan motor nya itu. Raya noleh, "Maksud lo apaan sih ha?" "Naik, pulang bareng gue" Saat di perjalanan, "Ra? Lo suka sama gue?" pertanyaan Hyunsuk ini membuat Raya kembali salah tingkah. "Aduh anjir apaan sih lo, gue ga suka sama lo. Ga usah ke geer-an" "Gue juga suka ko sama lo' Raya diem dulu, hati nya lagi baper nih sama Hyunsuk. Raya termasuk golongan wanita yang mudah terbawa perasaan, tapi gengsi nya sangat tinggi. "Bodo amat sih, gue ga peduli juga" kata Raya yang pura pura cuek pada Hyunsuk. "Suatu saat lo bakal peduli sama gue Ra,liat aja" Hyunsuk menarik gas sampai mentok. Raya kaget dong, dia meluk ke Hyunsuk atas dasar tidak sengaja dari pada celaka. Hyunsuk cuma senyum liat tangan Raya ada di bahu sama di perut nya. "Setan! Lo kalo mau gas pol kasih tau gue anjing" "Jangan ngomong kasar depan gue, gue ketos" Hyunsuk lagi lagi membawa jabatannya sebagai ketua osis. Itu membuat Raya sangat sangat jengkel. "Terserah lo!" Beberapa lama di perjalanan, Hyunsuk mengajak bicara Raya walaupun Raya nya sibuk pada ponselnya. Tapi dia tetap mendengarkan Hyunsuk. Pas nyampe di tujuan, Raya tidak mau bilang terima kasih pada siapa yang mengantarnya. Dia terlalu bodoamat dan memang kurang sopan. "Makasih ke apa ke" tegas Hyunsuk saat Raya melangkah masuk ke dalam rumah. "Cih, gak sudi gue, mau apa lo?" tatapan tajam Raya diterima oleh Hyunsuk. Hyunsuk ketawa kecil, "Lo kalo bacot imut" idih gombal, cowonya sapa si?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN