Raya seperti biasa bermain dengan
Hanbin sebelum tidur. Main apa? Mobile Legend. Mereka setiap malam selalu aja push rank. Di ruang tamu dengan wifi yang menyala. Dan itu alasan rumah Hanbin jadi markas nya iKON, nama gengnya Hanbin.
"Bodoh!" Hanbin mukul kepala belakang Raya.
"Anjing"
Hanbin cuma natap Raya yang mulutnya sangat toxic itu dan mengapit leher nya di ketiak sekuat mungkin.
"HANBIN!"' Raya teriak kesakitan.
Hanbin setelah itu langsung lari pergi ke kamarnya dan ninggalin Raya. Bodoamatlah, percuma juga toh si Hanbin cuma ngajak berantem Raya.
"Duh, gue ko keinget sama Hyunsuk ya?" Raya berbicara pada dirinya sendiri, pelan.
"APE LU BILANG? LO MIKIRIN SI
HYUNSUKI?" Hanbin kembali ke ruang
tengah untuk menghampiri Raya.
"Kaga idih! Lo salah denger woy!"
"Gue WA ah" ancam Hanbin.
"Ha? Silahkan. Ga peduli gue. Dah lah, gue mau tidur. Jangan apa apa in gue lo ya!" Raya pergi ke kamarnya.
saat diikamar, Raya pertama kalinya
mantengin hp, karena ingin sekali mendapat chat seseorang yang kini ia pikirkan. Sampai akhirnya karena memang chatnya tak kunjung juga datang, jadi Raya yang chat seseorang itu
Ryujin. Bukan Hyunsuk.
Raya:
Jin,lu sbk ga?
Ryujin:
kamu nanyea, kamu bertanya tanya
Raya:
anjing lu, serius Jin
Ryujin:
iya². ga, np emng?
Raya:
gue mo cerita dong, blh ga?
Ryujin:
blh, knp ni ada apa?
Raya:
td Hyunsuk blg, dia suka gue. bnr ga y?
Ryujin:
DEMI APA COK? SERIUS LAH RAY!
Raya:
serius Jin, gue jg kaget setan
Ryujin:
lo jg sk kan sm dia? ga usah boong lo sm gue. terima aja Ray
Raya:
yodah, gmn besok pulang
Ryujin:
klo jadian, jan lupa pj ya
[read]
Raya menutup ponselnya dan mulai rebahan natap langit langit. Tiba tiba perutnya keroncongan, dia memegang perutnya yang terus meminta jatah. "Gue harus cari makan" Raya pergi ke dapur untuk mencari makanan namun hasilnya nihil
"Bin gue lapeeeer" teriak Raya.
Raya melihat ada Kunci mobil Hanbin
menganggur di atas meja dan dengan cepat Raya ngambil Hoodie nya dan bawa kunci mobil Hanbin
"gue pinjem mobil lo"
Hanbin sangat ingin melarangnya, tapi kini dia sedang sibuk dengan aplikasi yang akan dia buat bersama geng nya. tentu akan sangat bagus dan menarik bagi pria yang ingin memenuhi nafsu berahi secara online. Busuk memang.
Raya ngendarain mobil ke toserba terdekat. Raya mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar perut nya cepat terisi
lalu Raya sampai di tujuan, dia tidak sangka melihat Hyunsuk. Hyunsuk sedang sibuk meminta tolong ke orang yang lewat untuk berdiri. mungkin kakinya terluka.
"Miris banget gue liatnya" Raya buka pintu mobil dan keluar
"sini gue bantu, lo masuk mobil gue aja" Raya memapah Hyunsuk dan membawanya masuk ke mobil
Hyunsuk menatap Raya, saat Raya membantu Hyunsuk duduk di mobil nya. Hyunsuk memegang tangan Raya, "lo kok tau gue ada disini?" tanya Hyunsuk.
"apaan sih, lagi kaya gini lo sempet sempetnya ke geer-an. Gue cuma lewat doang" lalu Hyunsuk natap hotpants nya Raya.
"liat apa lo!? m***m" Raya menyentil kepala Hyunsuk.
setelah membantu Hyunsuk duduk, dia masuk ke toserba buat beli kebutuhan perutnya tadi. dia juga membelikan minuman untuk Hyunsuk. Raya segera kembali ke mobil dengan membawa kresek jinjingan yang berisi makanan dan minuman.
Raya masuk ke dalam mobil. Raya mangikat rambutnya terlebih dahulu sebelum mengendarai mobil. Hyunsuk dari tadi memperhatikan Raya.
"nih minum" Raya memberikan salah satu minuman yang berada di dalam kantong keresek nya.
saat Raya menatap Hyunsuk, ternyata
Hyunsuk sudah menatapnya lebih dulu. Dan Raya menjadi sedikit canggung, "apa si lo!? m***m ya? Keluar sana!"
"ngga anjir sembarangan ya lo ngomong" Hyunsuk langsung menatap ke jalanan, natap kemana pun itu yang terpenting dia tidakk menatap Raya.
"Mau gue anter kemana? Rumah sakit?" tanya Raya yang Sudah menjalankan mobil nya.
"Ra, makasih ya. Anter gue ke rumah aja"
Raya cuman ngangguk dengan tidak menatap sama sekali ke arah Hyunsuk, diperjalanan Raya dan Hyunsuk tidak mengobrol sama sekali. Tapi radio mobil menyala, Raya memilih lagu RnB. Dia menyukainya.
sebenernya Raya ingin sekali bertanya ada apa dengan Hyunsuk yang sebenarnya sampai tadi dia jatuh di depan toserba.
"gue sakit biasa doang ko, gue cuma cedera pas futsal. Dan kaki gue susah di gerakin kalo ga minum obat itu"
paan? Mau beli lagi ga?"
Raya otomatis noleh kaget, dia tidak menyangka bahwa Hyunsuk tau isi pikirannya.
"terus obatnya tadi disenggol? obat apaan? mau beli lagi ga?" tanya Raya.
"Lo ko tau obat gue disenggol?" Hyunsuk memancing Raya untuk berkata jujur
"gue nebak doang ko, emang bener ya?
"ohh, bener banget"
Raya cuma ngangguk, "Anter gue juga ke apotek dulu ya, gue pengen beli obat yang tadi"
"Aduh nyusahin aja sih lo"
"kan tadi lo yang nawarin duluan setan"
Raya diem doang.
Raya mampir terlebih dahulu ke apotek, "Obat apaan?" tanya Raya.
"Obat kaya gini, satu aja" Hyunsuk ngasih contoh obat yang akan Raya beli diapotek. Raya langsung pergi masuk ke apotek dan membeli obat yang dibutuhin Hyunsuk.
"Raya ko tiba-tiba baik sama gue ya? Apa dia nganggep gue serius sama omongan gue tadi?"
"Gue juga suka sama lo"
Hyunsuk langsung mikirin soal apa yang tadi dia bilang ke Raya, apa Raya memang suka sama Hyunsuk? Tidak butuh lama akhirnya Raya masuk lagi ke mobil dan obat pun sudah dibeli lalu di berikan ke tangan Hyunsuk.
"85 ribu, mana sini duit lo?" tagih Raya.
"Gue lagi gak bawa uang, ke rumah gue dulu yu"
"Demi duit, gue mau nganterin lo ke rumah"
"Makasih, makin suka gue sama lo'" kata Hyunsuk.
Raya salting se salting saltingnya.
"Ciee salting" goda Hyunsuk.
"Weh apaan najis"
"Jangan jual mahal deh, gue juga tau lo suka sama gue"
Raya menatap Hyunsuk sekilas, "Jangan geer ya gue mohon"
"Bodoamat, toh gue juga ngerasain ko
yang lo rasain. kenapa ga jujur aja?"
"HYUNSUK! UDAH YA!"
Hyunsuk berhenti berbicara dengan Raya.
"Ngambek mulu"