Part. 1 Cantika
"Ma, Cantika pamit Kerja dulu ya! Nanti kayaknya pulang malem." Ucap cantika saabia memamakai sepatunya
"Loh, tumben pulang malem. Emang ada acara apa?" Tanya sang Mama
"Gak tahu, Ma. Tapi tadi udah di kasih tau sama pak Aris untuk lembur." Jawab Cantika
"Yaudah sini, ayo sarapan dulu," ajak Mama Cantika.
Cantika lantas berjalan menuju meja makan. Ia duduk di sebelah sang Mama.
Inilah keluarga Cantika, yang hanya ada ibu dan anak.
Ayah Cantika sendiri kini berada di luar negri, ia sudah menikah dan menatap disana. Sedangkan sang ibu memilih untuk tetap single Mom, dan mengurus Cantika. Mereka berpisah secara baik-baik, jadi kalau di tanya bagaiman hubungan mereka. Everything is fine.
Orang tua Cantika berpisah saat Cantika duduk di bangku SMP.
Saat itu ia sangat terpuruk dengan keputusan orang tuanya. Namun Cantika tak ada keberanian untuk membantah. Akhirnya ia memilih untuk hidup bersama sang Mama.
Cantika tidak memiliki saudara, hanya dia anak satu-satunya.
Saat ini Cantika sudah lulus dari SMA, ia enggan untuk meneruskan ke jenjang perkuliahan. Sebenarnya sang Mama menginginkan ia untuk kuliah, namun Cantika menolak. Dengan alasan ingin membantu sang Mama.
Walaupun sang Mama bekerja di perusahaan yang bisa di bilang lamayan lah. Namun itu belum bisa mencukupi kebutuhan bulanan yang sangat besar. Hingga Cantika mutuskan untuk membantu sang Mama.
Hari ini tepat sebulan Cantika bekerja setelah lulus sekolah.
Awal bulan pertama pekerja masih lancar, hingga dia di percaya oleh atasan untuk menjaga rukonya. Banyak para karyawan yang iri melihat atasannya yang percaya pada Cantika. Namun Cantika tidak ambil pusing.
****
"Bu, Cantika berangkat ya. Assalamualaikum." Pamit Cantika lalu ia berangkat menaiki sepeda motornya
"Waalaikumsalam." Jawab sang ibu.
Cantika berangkat ke ruko hanya menggunakan sepeda motor yang di belikan sang ayah saat ia sekolah dulu.
Perjalanan menuju ke tempat kerja tidak begitu jauh. Kurang lebih sekitar 30 menit.
Setelah sampai ia segera membuka Restoran kecil yang jadi tepat ia mencari rezeki. Ia membereskan semua yang kiranya bisa ia lakukan.
Cantika bekerja di sebuah restoran, restoran tersebut Memiliki anak cabang di mana mana. Dan salah satu cabang nya ada di kota Cantika. Hari ini Cantika sangat semangat untuk bekerja. Karena tepat hari ini gajiannya turun untuk yang pertama kali.
Sembari menunggu para pekerja lainnya datang, Cantika membereskan semua yang ada di dapur. Setelah itu dua pekerja lainnya juga datang, Cantika pun bergegas pergi untuk membeli bahan-bahan yang habis.
"Kak, aku ke pasar dulu ya. Beli bahan-bahan yang habis. Nanti kalau ada yang kurang langsng hubungi aku ya!" Pamit Cantika pada rekan kerjanya yang bernama Hani.
"Iya, hati-hati." Ucap Hani .
"Siap kak." jawab Cantika lalu ia bergegas ke pasar.
Cantika pergi ke pasar hanya sendiri menggunakan obrok khusus untuk mengangkut sayur mayur dan buah-buahan. Karena ayam di restorannya sudah ada yang mengantar kan.
Cantika di percaya sang atasan untuk mengelola restoran ini. Mengapa? Karena sejak awal masuk kerja Cantika begitu cekatan, ramah dan tidak sombong. Tidak seperti karyawan yang sebelumnya.
********
Singkat cerita kini Cantika sudah kembali ke restoran. Resto di buka jam 9 pagi, dan ini masih ada waktu untuk menyiapkan semua nya. Di resto tempat Cantika bekerja, semua makanan serba dadakan. Hanya sayur asam yang di buat sejak pagi, ayam pun hanya di ungkep selepas itu para pelayan hanya menyiapkan apa yang di pesan pelanggan.
Jam menunjukan pukul sembilan, semua bahan dan keperluan lainnya sudah siap. Kini hanya tinggal menunggu para pelenaggan datang.
Cantika dan rekan kerja duduk di depan sembari menonton drama favorit.
"Kak Way, kapan nikah?" Taya catika pada Wahyu yag akrab di panggil Way.
"Kapan-kapan, kalo ada jodohnya." Jawah Wahyu.
"Udah cukup umur loh kak, keburu ubannya banyak. Hehehe." Ledek Cantika dengan senyum seringai.
"Biarin,. Wekkk.." ujar Wahyu menjulurkan lidahnya.
"Ye, di bilangin malah kaya gitu. Jadi bujanga tua baru tahu rasa." Kata Cantika ketus.
Saat sedang asik degan candaan tak sadar ada pelanggan masuk. Seorang pria dengan tubuh tinggi,putih dan bisa di bilang sangat tampan masuk menuju meja kasir. Di mana di situ ada Cantika yag menunngu.
"Selamat pagi Mba," sapa pria tersebut.
"Pagi, mau pesan apa ya Mas?" Tanya Cantika dengan senyum ramah ala pelayan.
"Pesan ayam bakar cabe ijo 3, cah kangkung 2, bebek bakarnya 1, gurame bakar 5 sama tahu tempenya 10 porsi ya!." Ucap pria itu.
Catika pun menulis pesanan nya, lalu ia megulangi supaya tidak salah.
"Ini mau di makan sini, apa di bungkus mas?" Tanya Cantika
"Nanti anter di alamat ini ya." Ucap pria itu sembari menyodorkan kartu nama yag tertera alamat kantornya.
"Oh, masnya kerja di sini?" Ucap Cantika
"Iya." Jawabnya singkat.
"Oke, kira-kira jam berapa ya, Mas?" Tanya Cantika.
"Jam 12 nanti tolong di antar ya. Oh ya, ini mau di DP dulu apa nanti sekalian?" Tanya pria itu.
"Dp dulu, Mas. Nanti saya buatkan notanya." Ucap Cantika lalu menita semua pesanan pria itu.
Pria itu lantas duduk di kursi yang ada di depan meja kasir.
"Ini Mas, notanya." Ucap Cantika menyodorkan nota.
"Oke baiklah. Ini saya lunasij sekalian. Tapi jangan sampe telat ya." Ucap pria itu memberikan uang cash pada Cantika.
"Tapi ini kelebihan, Mas!" Ucap Cantika yag menghitung ulag uang itu.
"Gak apa-apa, buat kamu saja. Anggap tip dari saya." Jawab pria itu lalu ia pergi dari resto.
"Makasih banyak, Mas." Ucap Cantika saat pria itu pergi
Cantika lantas berjalan ke arah dapur, menempelkan nota pesanan.
"Job, ja 12 harus sudah siap!" Ucap Cantika lantang pada rekan kerjanya.
"Bungkus apa makan sini, Can?" Tanya Andre.
"Bungkus say, nanti kita antar ya." Ucap Cantika pada Andre
"Cieee.. di panggil say loh. Kapan nih jadiannya. Hahaha" ledek para pekerja lainnya.
"Apaan sih, manggil say itu bukang berati ayang ye..." Jawab Cantika denga mencebikan bibirnya.
"Udah-udah, banyak pelanggan datang tuh, buruan di layani saya. Waiters segera keluar, banyak pelanggan tuh." Ujar Wahyu ketus.
Rekan kerja lainnya pun heran dengan sikap Wahyu, yang sepertinya tidak suka jika Cantika d jodoh-jodohkan dengan Andre. Sangat terlihat jelas raut mukanya.
Wahyupun keluar, dan Cantika megikuti di belakang.
Cantika kembali duduk di meja kasirnya, sedang para waiters menuju meja pelanggan untuk memberikan menu.
Di dapur para koki memasak sembari sesekali menggosip.
"Han, Lo tahu gak sikap Wahyu ke Cantika?" Tanya Bayu pada Hani.
"Iya, kaya gimana gitu. Padahal Cantika kan cocok sama Andre." Jawab Hanni.
"Ehem...."