Jena menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, tentu saja itu membuat pria yang semenjak tadi mengekornya mau tidak mau harus menabrak Jena. “Kenapa kau berhenti begitu saja?” tanya Sagara dengan tatapan kebingungan. “Kau meninggalkan sesuatu? Dimana? Atau ada sesuatu?” “Kenapa kau mengikutiku Tuan Saga?” tanya Jena dengan wajah datar. “Aku mau pulang ke apartemenku,” ucap Sagara enteng. “Tuan, aku sudah menyewa apartemen mu. Ah, bulan ini aku tidak membayarmu ya? Baiklah akan aku transfer besok, jadi tidak bisakah aku tidur sendiri malam ini?” tanya Jena tanpa nada memohon. Wajah Jena tidak bisa menyembunyikan guratan kelelahan, sehingga ia terlihat begitu angkuh malam ini. “Kau tidak perlu membayarnya Jena. Kau bisa tinggal di sana sesukamu.” “Tidak, Tuan. Jika aku tidak mem

