TIDAK BOLEH

1521 Kata

Sagara terbangun dengan senyuman mengembang di wajahnya. Memandang punggung wanita kesayangannya saja sudah membuat Sagara sangat senang. Pria itu rasanya tak ingin bangun dari posisi tidurnya. Ia pun memeluk Jena dengan lembut dari belakang. Sementara Jena sendiri memang merasakan nyaman saat Sagara memeluknya. Ia juga berencana untuk tidak beranjak dari posisinya. Entah mengapa aroma tubuh Sagara membuatnya sangat tenang. Meski semalam tidak ada penjelasan apapun soal siapa Sagara yang sebenarnya dan bagaimana hubungan mereka sesungguhnya, Jena merasa ia ingin melupakan semuanya sejenak. Ia hanya ingin menikmati momennya sejenak. Sagara mengecup pundak Jena mesra sebelum akhirnya mengecup pipi Jena. “Kamu tidak lapar?” tanya Sagara yang menyadari bahwa mata terpejam Jena adalah tipuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN