Sagara sampai di apartemen yang ditinggali oleh Jena. Tangannya ragu untuk membuka pintu yang sudah ia genggam. Sebenarnya ia ragu untuk kembali ke Inggris terlebih dahulu sebelum penerbangannya ke Indonesia. Namun pembicaraan yang tak selesai dengan Jena membuat hati Sagara tak tenang. Ia pun memutuskan melakukan penerbangan ke Indonesia melalui Inggris dan membatalkan tiket penerbangannya dari Paris. Setelah berdiri cukup lama, Sagara akhirnya memasukkan kode akses pintunya dan menemukan ruangan itu gelap dan hening. “Apa Jena sudah tidur?” gumam Sagara sebelum akhirnya melangkah maju menuju ruang tengah apartemen itu. “Saga?” tanya Jena sambil mengangkat wajan penggorengan tinggi-tinggi. Wajahnya tampak terlihat takut dan ragu. Sagara yang melihat pose istrinya itu tentu saja langs

