SADAR

1685 Kata

Jena kini berada di ruangan Sagara yang terdapat di butik tersebut. Wajah Jena kini berubah pucat dan terlihat lesu, sangat berbeda jauh dengan keadaannya yang ceria di pagi hari tadi. Sagara meninggalkannya seorang diri dan hal itu membuat Jena berpikiran buruk. Dia takut kalau Sagara akan memarahinya karena telah membuat kekacauan di butik pria itu. Apalagi kata-kata orang tua Matthew tadi, membuat pikiran Jena makin kacau. Ia menghela nafas berat. Jika tempat ini tidak bisa menerimanya, maka ia yakin rumor tentangnya akan tersebar dengan cepat, apalagi di zaman yang begitu canggih ini akan membuat Jena tidak bisa diterima dimanapun. Namun, pikiran buruk itu hanyalah kupu-kupu yang tak sengaja hinggap dan kini telah pergi ketika pintu terbuka menampilkan Sagara dengan membawa segelas a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN