Moon

1732 Kata

Mataku mengerjap beberapa kali. Tanganku masih berada di genggaman Ilalang. Aku menariknya, tapi genggamannya semakin erat. Mataku memelotot. Di saat itu pula, aku melihat Ezra yang berjalan mendekat dan menyadari bahwa kursinya sudah diambil alih oleh orang lain. Ia berhenti sebentar di ujung, sebelum berbalik badan pergi. Pertunjukan resital berakhir. Begitu suara tepuk tangan terdengar riuh, aku berdiri, menyentak tanganku, dan berlari keluar. Sempat aku menoleh ke belakang sekadar mengamati ekspresi Ilalang; bibirnya mencebik. Kami tak lagi bertukar pandangan saat aku mempercepat lari keluar. Di lobi gedung, aku melihat Ezra yang berdiri sambil berkutat dengan ponsel. "I'm sorry!" kataku. Ezra yang mendengar suaraku menoleh dan memasukkan ponselnya ke saku celana. "Buat?" "Kursimu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN