Jawaban

1753 Kata

Aku mematung. Benar-benar terdiam seakan saraf-saraf otakku tak tersambung. Mataku mengerjap pelan. Kuyakini sekarang wajahku memerah karena panas. Aku membuang muka sekadar menyembunyikan respons. Setelah membuang napas panjang, aku memutar badan dan memelotot ke arahnya. "Gue nggak suka dicium dadakan!" Aku berseru kesal. Ia membulatkan mata kaget saat kupukul lengannya berkali-kali. "Aw aw. Kok lo malah marah, sih? Ya udah gue ulangi lagi, ya. Tapi izin dulu nih." "Lo pikir gue cewek apaan?" Mataku memejam rapat. Kesal bukan main. Kuhapus bibirku kuat-kuat dengan telapak tangan. Lalu, mencengkeram matanya dengan tatapan tajam. "Gue nggak suka ya dicium tanpa izin. Nggak sopan." Bibirnya mencebik. Wajahku benar-benar memerah, tampak di spion. Marah sekaligus malu. Aku menggigit bibir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN