01:30

1866 Kata

Ilalang memandangku dengan saksama tanpa berkedip usai kulontarkan kalimat seperti itu. Gila. Aku saja tak tahu apa yang merasukiku. Tawa Ilalang meledak. "Hah?" Ia menghentikan tawanya dan memerhatikan raut wajahku dengan saksama. Mukanya condong ke arahku hanya menyisakan beberapa senti. Ia lantas mengacak-acak rambutku seraya menyengir. "Bokap gue ngomong apaan? Dia janjiin apa ke lo?" "Nggak kok." Aku berkilah. Ia mendesah pendek, lalu melipat tangan di depan d**a. "Kalau gitu, ya udah. Ayo daftar ke KUA." Ia meraih pergelangan tanganku, hendak menyeret. Dengan panik, aku menarik tangan. "KOK SEKARANG?!" Duh, kayaknya keputusanku mengatakan hal tadi bodoh sekali. "Katanya mau nikah sama gue? Mumpung gue mood nih." "Gue bercanda!" Aku mengerjap-ngerjapkan mata, mengalihkan perhati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN