Prasaja mondar-mandir gelisah. Sebenatr duduk. Sebentar berdiri dan berjalan ke teras, melongokkan kepala ke pagar gerbang yang besar, berteriak pada seorang penjaga, bertanya apakah ibunya dan kakaknya datang. Jika mendapat jawaban yang sama bahwa belum kelihatan tanda-tanda mobil ibu dan kakaknya muncul, Prasaja akan mendengkus dan kembali masuk, duduk dengan gusar. Surya, ayahnya, mengalihkan pikirannya dengan membaca pesan-pesan WA melalui ponsel pintarnya. Sesekali dirinya tersenyum dan mulai mengetikkan kata-kata dengan semangat. Berbeda dengan putranya yang terang-terangan dilanda panik, dirinya yang sudah tua, sanggup menyembunyikan kegelisahannya. Sama seperti putranya, dirinya pun kesal bukan main karena istri dan putrinya dengan sengaja mematikan ponsel mereka. Bahkan sopir pr

