Napas berat diembuskan dengan kasar dari dua lubang hidung Yuni. Tubuhnya dihentakkan masuk dengan wajah ditekuk. Terdengar desahan kekesalan yang membuat suasana di mobil semakin tidak enak. Setelah Paramita masuk dan duduk anteng di kursi depan, barulah mobil dijalankan. Prasaja menyalakan mesin mobil dan tidak berkata apa-apa. Sikap ibunya sudah menjelaskan semua bahwa Yuni sedang kesal. Kemungkinan terbesar kekesalan ibunya tertuju pada Dania. Dan jika terkait Danica, maka itu juga terkait dirinya. Yuni memerhatikan anaknya dari kursi belakang. Melalui pantulan kaca spion dalam mobil, ia bisa melihat kekakuan putra kebanggaannya sekaligus kelemahan Prasaja sebagai lelaki setelah ada pesaing. Selama ini keadaan sangat aman-aman saja, meskipun tidak ada perkembangan yang berarti, teta

