Terus-menerus Rahadyan membelai motor barunya. Motor idaman yang dipesan khusus dari Jakarta. Motor yang dibeli dengan gaji pertamanya sebagai seorang pelayar. Motor yang orang tuanya bilang sudah sampai di rumah, tetapi dirinya masih berlayar, dan harus menunggu dua bulan kemudian untuk bisa menyentuhnya. Benar-benar sebuah motor istimewa. "Dilihat terus, apa ndak lecet motornya?" Seorang wanita ayu dengan sanggul buatan tersemat di belakang kepala, dan mengenakan kebaya, keluar dari dalam rumah. Menatap Rahadyan dengan senyum lebar juga menggoda dengan kedipan mata, lalu tertawalah mereka berdua. Wanita tersebut mendekati Rahadyan dan ikut-ikutan menatap motor tersebut dengan berbinar. "Kamu bisa makenya apa ndak, toh, Dyan? Kok, dari kemarin Cuma diliatin tok motornya?" Si wanita mu

