Maya benar-benar terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Danica. Ia tidak tahu apakah gadis itu hanya menebak-nebak saja atau memang mengetahui sesuatu. Maya tidak yakin akan kemungkinan kedua. Selama ia bersama Prasaja, bahkan teman sebangku sekaligus sahabatnya, tidak tahu kalau dirinya sedang dekat dengan Prasaja. Tak ada seorang pun yang memergoki dirinya dan Prasaja berdua-duaan. Keduanya selalu mencuri waktu yang benar-benar tepat. Bercengkerama di tempat-tempat yang jarang dikunjungi. Dan saat masuk hotel, keduanya selalu memastikan itu adalah hotel berkelas, yang hanya orang-orang tertentu yang masuk. Jadi, Maya berkesimpulan jika Danica sedang menebak saja. "Ah, enggak. Saya sama Mas Pras tidak ada hubungan apa-apa, kok." "Masak, sih?" "Iya, benar. Kenapa? Kok, kayak gak

