Hasilnya masih sama. Dua garis merah, dengan salah satu garisnya tidak terlalu tegas. Mungkin karena usia kandungannya yang masih sangat muda, hingga salah satu garisnya tidak terang. Meski hasil sudha ada, Maya tidak langsung keluar dari kamar mandi. Ia masih mondar-mandir dan bingung sendiri.Berulang kali ia mencoba menelepon Prasaja, tetapi tak satu pun yang panggilannya diterima. Entah ponsel Prasaja dalam keadaan hening ataukah memang Prasaja tidak mau menerima panggilannya. Memikirkan jika alasan kedua adalah sebuah kemungkina yang sebenarnya, hati Maya menjadi remuk.Maya tidak tahu apa yang akan dihadapinya. Ibu kekasihnya tiba-tiba muncul dan tahu perihal kehamilannya. Itu memalukan bagi Maya, hanya saja Maya tak bisa apa-apa. Maya merasa ini akan menjadi berita yang tidak mengenak

