Agasta menelan air liur degnan kesusahan. Akhirnya ia ditodong juga pertanyaan yang ingin ia hindari. Menganalisa sesuatu yang ia sendiri sebenarnya sudah tahu, ingin rasanya Agasta lari. Tapi, ia tak bisa menghindar apalagi Danica menatapnya dengan bola mata yang syahdu. Perasaannya tidak tega jika mendiamkan saja. "Atau..., bisa saja saat menikah, keduanya memang jarang berfoto. Biarpun sahabat, tetapi jika salah satunya sudah memasuki jenjang kehidupan pernikahan, biasanya yang satunya akan memilih untuk tidak terlalu sering ada. Kamu pun jika ada sahabatmu menikah, kamu pasti akan sering jarang berkunjung ke rumahnya, 'kan? Kamu pasti segan jika harus mencuri waktu sahabatmu untuk menjadi temanmu, padahal dia sudah punya kewajiban baru yaitu mengurus rumah tangga." Agasta memberikan

